Rabu, 05 Juni 2013

Obesitas pada Remaja


  • 1. KELOMPOK 4 KELAS E
  • 2. Definisi Obesitas..• Penumpukan lemak yang berlebihan di dalam badan atau kegemukanyang berlebihan (KBBI, 1996).•Papalia dan Olds (1995) : bahwa obesitas atau kegemukan terjadi jikaindividu mengkonsumsi kalori yang berlebihan dari yang merekabutuhkan.•Sarafino (1998) juga mengatakan bahwa obesitas adalah sebagai suatusimpanan yang berlebih dalam bentuk lemak yang berdampak burukbagi kesehatan.• Pengertian obesitas dalam psikologis menurut Wurtman & Wurtman(1996) adalah simpanan energi yang berlebihan dalam bentuklemak, yang berdampak buruk bagi kesehatan dan perpanjangan usia.
  • 3. Obesitas  Anak dan Remaja & Epidemiologi Obesitas yang terjadi pada masa remaja perlu mendapatkan perhatian, sebab bila kemudian Obesitas pada anak adalah berlanjut hingga dewasa akan sulit diatasi kondisi medis pada anak yang secara konvensional (diet dan olah raga). ditandai dengan barat badan di Obesitas pada remaja tidak hanya menjadi atas rata-rata dari indeks massa masalah bagi kesehatan di kemudian tubuhnya (Body Mass Index) hari, tetapi juga membawa masalah bagi yang di atas normal. kehidupan sosial dan emosi yang cukup berarti pada remajaTabel 2. Distribusi Frekuensi Obesitas (Anak 5-15 Tahun)
  • 4. Faktor Resiko Penyakit ObesitasObesitas cenderung untuk diturunkan sehingga diduga memilikipenyebab genetik. Penelitian menunjukkan bahwa rata-ratafaktor genetik memberikan kontribusi 33% terhadap berat badanseseorang. Faktor Lingkungan Yang termasuk lingkungan dalam hal ini adalah perilaku atau pola gaya hidup, misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan, serta bagaimana aktivitasnya setiap hari.
  • 5. Pada usia lanjut terjadi penurunan metabolisme basal tubuhsehingga mempunyai kecenderungan untuk meningkat beratbadannya. Selain hormon tiroid, hormon insulin juga dapatmenyebabkan kegemukan. Faktor PsikososialApa yang ada dalam pikiran seseorang dapat mempengaruhi kebiasaanmakannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya denganmakan.
  • 6. Ada beberapa penyakit yang dapat mengakibatkan terjadinya obesitas antara lain : • Hipotiroidisme • Sindroma Chusing • Sindroma Prader-Willi; serta • Beberapa kelainan saraf yang dapat menyebabkan seseorang menjadi banyak makan. Faktor Perkembangan Penambahan ukuran dan atau jumlah sel-sel lemak menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderita obesitas terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak dapat memiliki sel lemak sampai lima kali lebih babanyak dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.Seseorang dengan aktivitas fisik yang kurang dapat meningkatkanprevalensi terjadinya obesitas
  • 7. Dampak Obesitas pada Remaja.. Dapat menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bagian bawah dan membentuk osteoarthritis  pinggul, lutut dan pergelangan kaki. Selain itu, obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun antara lain : Stroke DM tipe 2 Kanker Gagal jantung Serangan jantung Hipertensi dan masih banyak lagi..
  • 8. Dampak Obesitas pada Anak.. Lebih ringan daripada dampak pada remaja. Misalnya : pertumbuhan dan perkembangan fisik pada anak yang lebih cepat matang, sehingga pada anak wanita lebih cepat menarche (haid untuk pertama kali) pada usia yang lebih dini. Selain itu.... Mengalami gangguan Ortopedik : Menimbulkan gejala nyeri panggul atau lutut dan terbatasnya gerakan panggul. Mengalami Pseudotumor serebri : “akibat penigkatan ringan tekanan intracranial pada anak obesitas disebabkan oleh gangguan jantung dan paru-paru yang menyebabkan peningkatan kadar karbondioksida dan memberikan gejala sakit kepala”.. dsb.
  • 9. Diagnosa Obesitas ? Ada beberapa cara yang dilakukan dalam mendiagnosa obesitas yaitu dengan cara:1. Mengukur Lemak Tubuh - Underwater weight - BOD POD - Dexa2. Mengukur lingkar pinggang3. Menggunakan IMT atau BMI
  • 10. Mengurangi Prevalensi Obesitas Ada beberapa cara untuk mengurangi prevalensi obesitas yaitu sebagai berikut : Pencegahan Pengobatan
  • 11. Program Penurunan Berat Badan Ada beberapa program dalam penurunan berat bedan pada penderita obesitas yaitu sebagai berikut : Diet harus aman dan memenuhi kebutuhan harian (harus rendah kalori) Program harus diarahkan kepada penurunan berat badan secara perlahan dan stabil Sebelum program, melakukan pemeriksaan secara menyeluruh Meliputi pemeliharaan berat badan setelah penurunan berat badan tercapai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar